Showing posts with label Sastra. Show all posts
Showing posts with label Sastra. Show all posts

Saturday, 9 April 2022

Prof Rhenald Kasali : Pendidikan Karakter di mulai dari Orang Tua

0 komentar


Dalam sebuah wacana yang di mulai khusus oleh Jawapost memberikan suatu gambaran asli tentang bagaimana sebuah pendidikan karakter begitu penting direncanakan sejak dini. Bagaimana tidak, orang tua yang setiap hari kita temui ternyata menjadi promotor utama dalam tema kali ini.

Prof. Renald Kasali, siapa tak kenal beliau.  guru besar bidang Ilmu manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut merupakan salah satu pemerhati pendidikan di tanah air. Tulisan dan gagasan yang disampaikan sangat kental akan pendidikan di negeri ini. Tak terkecuali pendidikan karakter. 

Prof Rhenald sangat tertarik pada cerita dosen Unair yang tersebar di beberasa sosial media. Beliau merekam momen yang dia catat saat menerima seorang siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) yang mencari alamat. Dari Jogja, anak SLB itu ditugaskan gurunya mencari alamat di Surabaya. Itulah penentuan kelulusannya. Dosen tadi merekam momen itu yang menyebabkan kebahagiaan si siswa. Sewaktu didalami, pak dosen mencatat, anak itu tak boleh diantar, tak boleh pakai taksi atau becak. Harus cari sendiri walau boleh bertanya. Ya, seorang diri.

Terdapat  tiga orang hebat di balik kejadian tersebut. Pertama adalah gurunya yang punya ide dan berani ambil risiko. Bayangkan, ini siswa SLB dan kalau dia hilang, habislah karir pak/bu guru itu. Apalagi kalau dia anak pejabat atau orang berduit. Kata orang Jakarta, ’’bisa mampus’’. Saya sendiri yang menugaskan mahasiswa satu orang satu negara pernah mengalami hal tersebut.

Kedua, orang tua yang rela melepas anaknya belajar dari alam. Ya, belajar itu berarti menghadapi realitas, bertemu dengan aneka kesulitan, mengambil keputusan, dan berhitung soal hidup, bukan matematika imajiner. Belajar itu bukan cuma memindahkan isi buku ke kertas, melainkan menguji kebenaran dan menghadapi aneka ketidakpastian. Orang tua yang berani melepas anak-anaknya dan tidak mengganggu proses alam mengajak anak-anaknya bermain adalah orang tua yang hebat. Memercayai kehebatan anak merupakan awal kehebatan itu sendiri.

Ketiga, tentu saja si anak yang bergairah mengeksplorasi dan ’’membaca’’ alam. Anak-anak yang hebat adalah anak-anak yang berani keluar dari cangkangnya. Keluar dari rahim, dari selimut rasa nyaman, tidak lagi dibedong, digendong, atau dituntun. Berjalan di atas kaki dan memakai otaknya sendiri.

Namun, Bagaimana jika ketiga poin di atas tidak terjadi ? Prof. Rhenald menguraikannya sebagai barikut.

Yang akan terjadi adalah sebuah tragedi. Semakin kaya dan berkuasa, orang tua semakin ’’menguasai’’ anak-anaknya. Pasangan diatur dan dipilih orang tua, jurusan dan mata kuliah, bahkan siapa dosennya, lalu juga di mana bekerja. Ini sungguh sebuah kelas menengah yang sudah kelewatan.

Bahkan, begitu bekerja, kita menemukan sosok-sosok yang, maaf, ’’agak bodoh’’. Katanya lulusan universitas terkenal, IPK tinggi, tetapi sama sekali tidak bisa mengambil keputusan. Dan di antara teman-temannya, mereka dikenal sebagai sosok yang tidak asyik, sulit ’’linkage’’ atau mingle dengan yang lain.

Prof Rhenald membayangkan betapa rumitnya pesta pernikahan anak-anak yang orang tuanya seperti itu. Tanpa disadari, mereka membuat otak anak-anaknya kosong, terbelenggu, tak terlatih. Semua itu adalah otak orang tua, bukan otak anaknya.

Mantan wakil menteri PU Hermanto Dardak, sering mengajak anaknya ‘Emil’ ke luar negeri jika ada undangan seminar. Sesampai di kota, Emil ditugaskan jalan-jalan sendiri mengenal kota. Emil pernah menulis melalui WhatsApp yang di tujukan langsung pada Prof. Rhenal , ’’Saya beruntung punya orang tua yang kuat jantung dan beri kesempatan untuk membangun masa depan yang saya mampu jalani, meski berisiko.’’ Anda tahu, bupati muda ini meraih gelar doktor dari Jepang pada usia 22 tahun.

Perjalanan hari ini akan membentuk anak-anak kita pada hari esok. Penulis harap orang tua kelas menengah siap berubah. Janganlah khawatir berlebihan. Berikanlah kepercayaan dan tantangan agar mereka sukses seperti Anda. Sebab, rumput sekalipun, kalau tak tembus matahari, akan berubah menjadi tanah yang gundul.


Referensi :

http://www.jawapos.com/read/2016/07/05/37894/kalau-mau-anak-hebat-orang-tua-harus-berubah/

Read more...

Sunday, 15 August 2021

Pentingnya Pengawasan Bantuan Pemerintah

0 komentar


Adanya gelombang pandemi Covid-19 ini membuat beberapa sektor harus tetap berjalan meskipun tertatih-tatih. Salah satunya yakni sektor pendidikan. Berbagai upaya dilakukan pemerintah agar semua kendala dapat teratasi.

Salah satunya yakni bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Bantuan ini diberikan kepada para murid dari PAUD hingga Mahasiswa. Selain para murid, bantuan kuota internet ini juga diberikan kepada para pengajar. Baik guru maupun dosen.

Selain bantuan kuota internet, pemerintah juga mempunyai program besar yang menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan. Melalui Program Indonesia Pintar (PIP), Kemendikbud mengupayakan agar terwujudnya Nawacita wajib belajar 12 tahun.

Hal ini tertuang dalam Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 7 Tahun 2014 tentang pelaksanakan Program Keluarga Produktif melalui Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS), Program Indonesia Sehat (PIS) dan Program Indonesia Pintar (PIP).

Sesuai dengan tujuannya, sebagaimana dijelaskan dalam Website pip.kemdikbud.go.id, PIP dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin /prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur formal SD sampai SMA/SMK dan jalur non formal paket A smpai paket C dan pendidikan khusus.

Melalui program ini pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya. PIP juga diharapkan dapat meringankan biaya personal pendidikan peserta didik, baik biaya langsung maupun tidak langsung.

Dalam hal ini, perlu adanya pengawasan dari berbagai kalangan. Mulai dari pemerintah, sekolah ataupun masyarakat yang akan menerima bantuan tersebut. Sebab dalam keadaan pandemi seperti ini, tidak sedikit masyarakat yang lelah mendampingi belajar anaknya dengan model pembelajaran online.

Di tengah kondisi seperti ini, peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam pengawasan terkait aliran dana PIP yang diberikan kepada masyarakat. Dana yang semula diamanahkan untuk biaya pendidikan, dalam kondisi seperti ini tidak sedikit masyarakat menyalahgunakan biaya tersebut.

Mengingat kondisi lembaga pendidikan swasta di Indonesia sangat beragam. Dampak penyalahgunaan biaya PIP ini begitu terasa. Terlebih bagi lembaga pendidikan yang sangat membutuhkan asupan anggaran agar tetap bisa menjalankan roda pendidikan.

Kepedulian terhadap pendidikan anak menjadi kunci kesadaran orang tua dalam mengamalkan Nawacita tersebut. Kepedulian terhadap pendidikan anak juga merupakan kunci utama dalam mengatasi permasalahan dalam sektor pendidikan. Sebab dalam keadaan pandemi seperti ini, peran orang tua terhadap anak sangat dibutuhkan. Tidak lain untuk tetap memperjuangkan pengetahuan anak sebagai bekal di masa depan.

Penulis : M. Hasyim Asy'ari (Wali KElas 3 SDI Al Mubarok)

Read more...

SDI Al Mubarok Selenggarakan LOS Via Daring

0 komentar



Surabaya - Tingginya angka covid-19 di Surabaya, membuat beberapa tempat yang menimbulkan keramaian terpaksa harus dihentikan. Termasuk lembaga pendidikan.

Demi mensukseskan program penurunan angka covid-19, SDI Al Mubarok melaksanakan Layanan Orientasi Siswa (LOS) via Daring mulai tanggal 12-14 Juli 2021.

“Dengan kondisi wilayah Gunung Anyar termasuk dalam zona merah, akhirnya kami melaksanakan LOS via Daring," kata Dwi Heri Murtiningsih, Kepala SDI Al Mubarok.

Dirinya menerangkan, meskipun kemarin sempat ada lampu hijau bahwa tahun ajaran baru boleh mendatangkan siswa ke sekolah, akan tetapi belakangan ini kasus covid-19 kembali meningkat. Oleh karena itu pemerintah melalui dinas pendidikan menunda rencana tersebut.

"Walaupun LOS dilaksanakan via daring, Alhamdulillah para siswa yang mengikuti begitu antusias. Selain ada pemaparan tentang program dan lingkungan sekolah, kami juga menampilkan dongeng edukasi tentang corona," urai Dwi Heri Murtiningsih.

Menurut Kepala SDI Al Mubarok yang akrab disapa Dwi ini, dalam dongeng animasi tersebut, mengingatkan bahwa pentingnya makan makanan bergizi. Karena dari makanan yang bergizi itu, kita mendapatkan suplai imun yang kuat.

"Selain itu, selama pandemi, para siswa juga ditekankan agar tidak meninggalkan budaya 4S. Sapa, Salam, senyum, salim. Ingat, salim ini ketika corona sudah tidak ada lho yaa”, ucap Dwi.

Dirinya menegaskan bahwa sementara, karena masih kondisi pandemi, salimnya dengan tangan bersedekap di dada. (muz)

Read more...

Awali Tahun Baru Hijriyah dengan Doa Bersama

0 komentar

Surabaya - SDI Al Mubarok Gunung Anyar, Surabaya, mengadakan doa bersama dalam memperingati Tahun Baru Hijriyah 1443. Senin pagi, 10 Agustus 2021 sebanyak 83 siswa masuk di ruang online google meet yang disediakan ustaz ustazah.

Peringatan yang dilaksanakan setiap tahun ini sedikit berbeda. Biasa ustaz ustazah SDI Al Mubarok bersama para siswa memakan bubur (bubur suro. Red) untuk merayakan tahun baru Islam ini.

"karena sekarang masih dalam kondisi pandemi, jadi lebih baik kita potong tumpeng dan doa bersama," ulas Dzarkasi, penasehat kepala sekolah SDI Al Mubarok. Selain berdoa akhir dan awal tahun, kita juga berdoa agar korona ini segera diangkat oleh Allah SWT. Imbuhnya.

Tidak hanya berdoa bersama, para siswa juga diwajibkan untuk mengikuti lomba sholawat yang diadakan oleh sekolah. Nurul Hidayat, guru agama yang sekaligus koordinator lomba juga mengingatkan terkait lomba tersebut usai berdoa bersama via google meet.

"Meskipun dalam kondisi pandemi, kita tetap mengadakan lomba untuk anak-anak via online," kata Nurul Hidayat. Lomba ini dibagi menjadi dua, kelas satu sampai tiga dan kelas empat sampai enam. Dalam perlombaan ini, siswa harus membuat bendera yang bertuliskan '1 Muharrom' sebagai atribut wajib, pungkasnya.

Read more...

BERSUA KEMBALI

0 komentar


 


    Oleh : Iffah Agustin Kusumaningtyas, S.Hum

   (Wali Kelas II SDI Al Mubarok)

Tiba saatnya kita akan bersua kembali

Tiba saatnya kita akan belajar bersama lagi

Tiba saatnya aku akan melihat kalian semakin tinggi

Tiba saatnya aku tak bersama kalian nanti

 

Nanti ketika pandemic ini berlalu

Nanti aku akan melihat kalian tak seperti yang dulu

Nanti kalian yang tak lagi unyu

Nanti kalian yang tak lagi lugu

 

Saat itu tiba kalian sudah pandai membaca

Saat itu tiba kalian mulai beranjak dewasa

Saat itu tiba kalian semakin kreatif

Saat itu tiba kalian semakin inovatif

 

Satu pertanyaan yang terbesit

Kapan?

Apakah saat para dedengkot mendapat wangsit?

Atau menunggu dedengkot memberi wejangan?

 

Aaah sudahlah..

Biarkan Tuhan yang mengaturnya

Mengatur pertemuan kita yang indah

    Mengatur kapan kita kan bersua 

Read more...

Kepindahanku

0 komentar

 


Aku Shakira Batrisyia, siswi baru kelas 5 SDI Al Mubarok Surabaya. Aku siswi pindahan dari kota Medan, Sumatera Utara. Serunya belajar tatap muka selama lima bulan lalu, diawal Januari 2020, ditambah sekolah daring yang sudah berjalan lima bulan ini di Surabaya adalah sesuatu yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. Dikarenakan kondisi saat ini ada pandemi virus Covid-19.

Otomatis pembelajarannya melalui smartphone atau HP. Awalnya aneh, karena semua aktifitas kegiatan dan tugas sekolah dilaporkan melalui foto-foto, kemudin dikirim melalui aplikasi Whatsapp. Tetapi makin lama kondisi ini terasa asyik dan menyenangkan. Karena belajar online membuatku lebih mandiri untuk mencari materi tambahan dari pelajaran di sekolah sambil bermain HP untuk mengurangi kebosanan.

Tapi tentu saja tetap kurang maksimal bila tidak ada tatap muka dan berjumpa dengan teman-teman. Keseruan bermain dan belajar secara langsung dengan teman-teman berbeda rasanya dengan komunikasi melalui daring atau video call. Aku memang kelahiran Surabaya. Tapi sejak aku berumur tiga tahun, aku ikut orangtuaku bekerja di kota Medan selama tujuh tahun. Diakhir tahun 2019, papaku pindah kerja ke Surabaya.

Tentu saja mamaku sibuk mengurus kepindahan sekolahku ke Surabaya. Singkat cerita, diterimalah aku di sekolah ini saat aku duduk di bangku kelas 4 semester dua. Ada hal menarik dan baru buatku. Yaitu berkomunikasi dengan bahasa jawa. Karena sejak kecil, sehari-hari dirumah aku memakai bahasa Indonesia saja. Sedangkan di lingkungan sekitar rumah dan sekolah, semua teman-temanku memakai bahasa campuran. Bahasa Indonesia dan Jawa. Memang tidak mudah untuk beradaptasi.

Tetapi aku berusaha dan terus berusaha belajar bahasa Jawa. Meskipun sampai sekarang aku belum begitu lancar berbahasa Jawa. Bersekolah di SDI Al Mubarok pastinya menyenangkan buatku. Lingkungan baru, guru-guru baru, teman-teman baru dan sistem pembelajaran baru di tahun ajaran ini. Saat membuat prakarya pun jadi hal menarik buatku. karena tidaklah mudah mengerjakannya. Aku dibantu dan didampingi mamaku, agar prakarya bisa tercipta dengan rapi. Sebelumnya aku sibuk mempersiapkan segala bahan-bahan prakaryanya.

Bahan-bahan yang kubeli ini adalah bahan-bahan yang tidak ada dirumah, seperti kain flanel dan lem tembak untuk prakarya yang membutuhkan bahan-bahan itu. Sedangkan kertas origami dan kertas karton ada stok di rumah. Saat membuat prakarya yang terlihat mudah ternyata pengerjaannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Bahkan sampai larut malam aku menyelesaikannya dibantu mamaku. Terkadang papaku pun ikut andil.

Dalam penyampaian materi pelajaran sekolah melalui aplikasi zoom adalah sesuatu kesempatan yang tidak pernah kulewatkan. Karena rasa rinduku dengan sekolah, teman-teman serta bapak dan ibu guru bisa terobati. meski memang tidak bisa maksimal seperti saat pembelajaran tatap muka. Minggu lalu pun saat ada imunisasi HPV (human papillomavirus), aku sudah merasa senang,

Padahal hanya dengan datang dan melihat sekolah. Kerinduan terobati lagi, pikiranku teringat masa saat-saat pembelajaran normal. Padahal sebelum ada pandemi covid-19, masuk sekolah adalah suatu hal biasa dan aktifitas rutin yang memang wajib kami jalani sebagai siswa-siswi sekolah. 

Semoga pandemi covid-19 segera hilang dari Surabaya, bahkan dari muka bumi Indonesia serta seluruh dunia. Kami semua rindu dengan segala kegiatan-kegiatan sekolah. Belajar bersama. Olahraga bersama. Pramuka bersama kakak-kakak pembina serta ekstrakurikuler Teater. Meski begitu, pandemi covis-19 bukanlah halangan untuk tetap belajar, kreatif dan berkarya. Justru sebaliknya. Aku jadi semangat untuk berinovasi dan memotivasi diri menemukan cara bagaimana belajar nyaman saat kondisi apapun untuk terus maju.

Read more...

Hidup Baru Budaya Baru

0 komentar



           

Oleh : Iffah Agustin Kusumaningtyas, S.Hum

            (Wali Kelas II SDI Al Mubarok)

Hari ini dan entah sampai kapan

Kita hidup dalam pandemi

Banyak korban berjatuhan

Setiap hari

 

Hari ini dan entah sampai kapan

Yang bisa kita lakukan adalah

Menjaga kebersihan

Diri dan keluarga kita

 

Hari ini dan mungkin seterusnya

Kebiasaan mencuci tangan

Memakai masker, menjaga jarak

Akan menjadi budaya

 

Hari ini dan mungkin seterusnya

Kebersihan akan menjadi hal nomor satu

Bagi kita semua

Untuk bisa tetap bertahan hidup

 

Sujud dan tengadah tangan

Mengiringi budaya hidup bersih

Yang dapat kita lakukan

Di masa pandemi ini

 

Ya Tuhan...

Kami ini hamba yang lalai

Kami lalai jika kebersihan adalah

Perintah Mu

 

Kami lalai jika kebersihan adalah

Cerminan keimanan kami padaMu

Hingga Kau turunkan pandemi pada kami

Sebagai teguran

 

Ampuni kami Tuhan ...
Read more...

RINDU

0 komentar

 



Oleh : Iffah Agustin Kusumaningtyas, S.Hum

           (Wali Kelas II SDI Al Mubarok)


Kala itu belajar terasa senang

Kala itu belajar terasa tenang

Kala itu tak ada jarak diantara kita

Kala itu tak ada tabir diantara kita

 

Melihat kalian belajar terasa adem di hati

Melihat kalian bermain berlari lari terasa riang di hati

Mendampingimu belajar ada kepuasan batin tersendiri

Membersamaimu dalam setiap kegiatan ada kebahagiaan yang tak dapat dipungkiri

 

Semua berlalu begitu saja

Sebelum akhirnya “dia” datang

Membuat keadaan berubah 

Mendadak ku merasa hilang

 

Hilang dari kebersamaan

Hilang dari canda tawa

Hilang dari keceriaan

Hilang dari semua

 

Semua hanya tinggal kenangan

Kenangan yang indah dalam sanubari

Kenangan yang entah kapan akan terulang lagi

Kenangan yang menumbuhkan kerinduan  

 

Allah.. Kami rindu masa itu

Masa dimana kami bisa belajar tanpa ada jarak

Masa dimana kami bisa bercanda gurau

Masa dimana kami bisa melihat mereka bermain tanpa ada batas

Read more...

Friday, 4 June 2021

BANNER WARKOP BANG OLDY

0 komentar


 

Read more...

BANNER FAMILY GATHERING TELOGO SARANGAN

0 komentar


 

Read more...

BANNER JPZIS MASJID BAITUSY SYAKUR TROPODO

0 komentar


 

Read more...

BANNER BHAKTI SOSIAL PG-TK SINERGI

0 komentar

 


Read more...

Monday, 17 May 2021

Angan Menjadi Seorang Penulis

0 komentar


 

Ketika diri asik menggambarkan angan di serambi masjid. Saat itu pula diri ini menikmati semriwing angin yang berhembus kencang. Tiba-tiba angan yang semula tidak jelas hayalnya, sontak membayangkan masa ketika saya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Kala itu. Ajakan sang guru Bahasa Indonesia untuk menjadi seorang penulis. Dengan pengetahuan yang terbatas. Dengan fikiran yang hanya memikirkan untuk menonton film kartun saat liburan. Rasanya tidak mungkin aku bisa menjadi seorang penulis.

Melihat begitu berantakannya gaya tulisanku di buku tulis yang kupunya.  Beberapa buku tulisku penuh dengan coretan huruf dan angka yang tidak sedap dipandang.

Sempat tercetus pula ucapan dari sang guru bahwa, tulisan saya sangat bagus. “Bagaikan cacing kepanasan”. Sedih bukan! Namun berjalannya waktu. Usia yang selalu bertambah angka. Ternyata hal bodoh yang sempat terfikir jika ternyata menjadi seorang penulis itu menulis menggunakan alat. Bukan tulisan tangan.

Clear.. sudah..

Ternyata anak yang tulisannya bagaikan cacing kepanasan pun sangat dan sangat bisa menjadi seorang penulis. Di era yang modern ini, mustahil orang tidak bisa menulis. Melihat anak SD saja sudah pada pegang hand phone. Bahkan merekan mempunyai akun media sosial yang juga dimiliki kakak, dan orang tua mereka.

Bersambung....


Read more...

Friday, 16 October 2020

MEMBANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI HIPNOTEACHING QS. AL-FATIHAH

0 komentar
M. Qolbir Rohman

Realita yang terjadi di Lapangan hampir semua peserta didik di sekolah merasa mengantuk, capek dan lapar ketika pada jam terakhir. Padahal pada jam tersebut masih ada mata pelajaran yang harus dipelajari dan dikuasai.banyak siswa – siswi yang mengeluh untuk segera diakhiri KBM nya

Semestinya pada jam terakhir harus lebih semangat karena jam terakhir selain akan pulang, Namun yang terjadi suasana KBM tidak berjalan dengan efektif. Oleh karena itu dibutuhkan motivasi – motivasi supaya anak tetap semangat. Berdasarkan Permendiknas No. 16 tahun 2007 tentang Kompetensi Guru pada bagian Kompetensi Pedagogik guru dituntut Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.

Berangkat dari hal di atas penulis ingin memberikan salah satu alternatif dan jalan keluar dengan memberikan semangat dan motivasi. Motivasi itu bisa melalui do’a seperti Hipnoteaching QS. Al – Fatihah yang ditancapkan ke alam bawah sadar supaya peserta didik tidak mengantuk dan tetap semangat pada jam terakhir. Hipnoteaching sebagai solusi untuk menstimulus siswa agar lebih giat belajar.

Menurut Ibnu Hajar (2011:76) Metode Hypnoteaching merupakan gabungan dari lima metode belajar mengajar seperti quantum learning, accelerate learning, power teaching, neuro- linguistic programming (NLP) dan hypnosis. Ibnu Hajar (2011:75) juga menambahkan bahwa metode hypnoteaching bisa diartikan seni berkomunikasi dengan jalan memberikan sugesti agar para peserta didik menjadi lebih cerdas.

Novian Triwidia Jaya (2010:4) menyebutkan bahwa Metode Hypnoteaching memiliki bentuk yakni mengaktifkan inner motivation dan mempersuasi peserta didik. Mempersuasi peserta didik untuk nyaman dan betah dalam belajar serta dengan sugesti yang diberikan guru, peserta didik akan termotivasi untuk terus menikmati belajarnya. Novian juga menambahkan bahwa metode hypnoteaching adalah perpaduan pengajaran yang melibatkan pikiran sadar (Conscious Mind) dan pikiran bawah sadar (Sub Conscious Mind).

Manfaat penerapan hypnoteaching melalui neuro-linguistic programming dalam pembelajaran kimia adalah (1) meningkatkan motivasi belajar siswa, (2) meningkatkan rasa percaya diri siswa, (3) membangun interaksi yang baik antara siswa dan guru, (4) membangun pandangan positif siswa terhadap pembelajaran kimia, (5) meningkatkan kreativitas guru dalam berkomunikasi untuk membangkitkan motivasi belajar siswa, dan (6) meningkatkan keterampilan dan inovasi guru dalam pembelajaran kimia yang variatif.

Penerapan Hipnoteaching QS. Al- Fatihah

Penerapan Hipnoteaching QS. Al- Fatihah dalam membangkitkan motivasi belajar peserta didik sebagai berikut :

A. Guru memberikan instruksi

1) Duduk di kursi dengan santai, 2) tutup mata secara perlahan dan katakana pada diri anda anggota dan pikiran rileks dan masuk alpha, 3) tarik nafas panjang secara perlahan, 4) pusatkan perhatian anda pada tangan anda rasakan sensasi disana sambil saya bacakan QS. Al-fatihah ayat 1 – 7, 5) dari tangan lanjutkan ke kaki seperti perhatian sebelumnya, 6) pusatkan perhatian pada leher anda dan rasakan sensasi yang anda rasakan, 7) rasakan bagian tubuh anda melepaskan seluruh ketegangan dan berada dalam kondisi rileks, 8) bayangkan anda berada pada suatu tempat yang sangat nyaman, 9) Tentukan tempatnya dan rasakan seolah – olah berada di tempat tersebut, 10) lakukan itu berkali – kali selama 15 – 20 menit, setelah itu buka mata anda secara perlahan – lahan dan mulailah belajar ( Ichsan Solihudin : 2010, 105-107)

B. Siswa

Siswa – siswi mendengarkan instruksi guru dan melaksanakannya hingga ada instruksi untuk sadar dan membuka kedua matanya.

Dampak Yang Dihasilkan

Setelah penerapannya yan didapatkan; (1) motivasi belajar siswa sangat meningkat hal ini ditunjukkan dengan banyak siswa yang kurang aktif jadi lebih aktif dimulai dari saat KBM dimulai baik pada saat diskusi hingga jam pelajaran berakhir. (2) rasa percaya diri siswa muncul hal ini ditunjukkan dengan banyaknya peserta didik yang bertanya baik pada saat diskusi maupun bertanya kepada gurunya.

(3) terjalinnya interaksi yang sangat kuat dan adanya hubungan bathin antara peserta didik dan guru hal ini ditunjukkan di luar sekolah mereka menyapa dengan santun gurunya dan tidak jarang mereka menggunakan media sosial untuk berkomunikasi serta bertanya tentang materi yang sudah dipelajari tadi pagi yang sudah diajarkan. (4) peserta didik semakin kreatif dan ide – ide yang dikeluarkan brilian dan tidak punya rasa keberatan dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh bapak/ibu guru.

Hal ini menunjukkan bahwa Hipnoteaching QS. Al – Fatihah memiliki dampak yang sangat signifikan hal ini sesuai dengan QS. Al-Isra’ ayat 82

Artinya : Dan kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

Makna dari ayat di atas salah satunya bahwa Al – Quran sebagai salah satu obat penawar bersifat umum, meliputi obat penawar seperti kerisauan hati dan pikiran, dari segala perkara syubhat, berbagai pemikiran yang merusak yang mengarahkan kejahatan dan berbagai tendensi yang salah. Di samping itu al Quran juga bisa menjadi alternatif obat jasmani dari berbagai segala penyakit, meskipun tata cara yang dipakai dengan cara yang tak lazim yang spesifik melalui terapi spiritual yang bisa berdampak pada orang-orang yang beriman karena pengaruh Hipno/ sugesti yang diakibatkan oleh keyakinan mereka ketika menggunakan al-Quran sebagai obat (penawar) bagi penyakit yang diderita olehnya.

Penulis : Muchammad Qolbir Rohman

 

Read more...

Sunday, 8 March 2020

Ibu Syurgaku

0 komentar


Oleh : Ayu Fajrotus Suroyya

Ibu ...
Kaulah goa teduhku
Tempat dimana ku bertapa bersamamu
Sepanjang waktuku

Ibu ...
Kaulah bumiku
Yang tergelar lembut bagiku
Melepas lelah dan nestapa

Ibu ...
Kaulah gunungku
Yang selalu menjaga mimpiku
Dalam siang dan malamku

Ibu ...
Kaulah mata airku
Yang  tak pernah berhenti mengalir
Membasahi dahagaku

Ibu ...
Kaulah mentari dan rembulanku
Yang mengawal perjalananku
Mencari jejak  syurga
Di telapak kakimu
Read more...

Tuesday, 18 February 2020

Masuk Ke Pondok Putri

1 komentar
SekolahNdoes - Subuh waktu itu terasa dingin yang berbeda dari biasanya. Jika di rumah, rasa dingin bersumber dari kipas angin yang menempel di dinding kamar. Namun saat itu, rasa dingin yang menusuk tulang adalah dari cuaca pegunungan.

Setelah mendengar iqomah Shubuh, bergegas saya bangun dan menuju ke kamar mandi. Membuang barang najis dan kembali mensucikan diri. Terlihat ada satu orang sedang Sholat Shubuh. Tanpa berpikir lama, saya langsung menyentuh lirih pundaknya. Itu merupakan isyarat bahwa saya menjadi makmum Sholat Shubuh orang tersebut.

Satu rokaat, dua rokaat. Akhirnya kewajiban saya sebagai muslim untuk sholat sudah saya lakukan. Saat itu, pilihannya ada dua. Tidur lagi atau jalan-jalan. Dengan sedikit pertimbangan, saya memutuskan untuk jalan-jalan.

Saat itu saya tidak tahu arah. Mana timur, mana barat, mana selatan, saya tidak tahu. Begitu keluar gerbang, spontan saya berjalan ke arah pondok pesantren terkemuka di area pegunungan tersebut. Meskipun jaraknya 2 km, tetapi saya tetap ingin mengunjungi pondok pesantren tersebut.


Saya berjalan tidak sendirian. Saya ditemani sama tiga guru saya. Namun ditengan perjalanan, dua guru saya memutuskan untuk kembali ke kamar. Dari nafasnya, memang beliau mengindikasikan kelelahan. Tetapi saya bersama satu guru saya yang usia 54 tahun terus melanjutkan perjalanan sepanjang 1 km dengan medan menanjak.

Setelah sampai di area pondok pesantren, kami hanya terdiam sembari mendnegarkan pengajian kiyai dari dalam masjid. Setelah berdiri sebentar, akhirnya kami memutuskan untuk istirahat di warung kopi terdekat.

Melihat jarum jam pukul 07.30 WIB guru saya mengajak kembali. Bagaikan murid yang bertemu gurunya! Waktu saya mau meninggalkan area pesantren, Kepala sekolah saya waktu TK tiba-tiba menyusul dan beliau memang ingin mengunjungi pesantren ini.

Akan tetapi, beliau menggunakan mobil. Saya pun kembali ke area pesantren. Tidak lama kemudian, satu rombongan ternyata menyusul ke sini. Akhirnya saya tidak jadi kembali. Hingga, bersama robongan, kami semua keliling do pondok putri.

Waaawwww. Pondok putri... Hehehehehe

Langsung tidak bisa nulis saya kalau sudah membahas pondok putri. Langsung saja. Foto yang saya pajang adalah foto di Pondok putri.
Read more...

Hati-Hati Tidak Nyambung!

0 komentar
Pergunu PAC Waru

SekolahNdoes - Ayem melihat para guru Nahdlatul Ulama berdiskusi tentang bagaimana caranya agar NU tetap eksis dan bermanfaat bagi masyarakat. Terutama yang berprofesi di dunia pendidikan (guru). Menurut salah satu jurnal yang saya baca di perpustakaan, guru itu dibagi menjadi tiga.

Satu, guru yang memang betul-betul guru. Maksudnya, guru yang berangkat dari rumah ke sekolah, kemudian mengajar. Kalau sudah selesai mengajar dan waktunya pulang, guru tersebut langsung pulang. Ini guru versi pertama. Singkatnya, guru yang hanya fokus mengajar kepada muridnya.

Sedangkan guru yang nomor dua, yaitu guru yang berangkat dari rumah ke sekolah untuk memberikan ilmunya kepada para murid. Atau guru yang senantiasa mengajar di lembaga pendidikan. Baik sekolah maupun TPQ.



Namun selain kegiatan mengajar, guru yang nomor dua ini tetap meningkatkan kompetensinya sebagai pendidik. Baik melakukan penelitian maupun media pembelajaran yang inovatif.


Untuk guru yang nomor tiga, yaitu guru yang masuk dalam birokrasi pendidikan. Dalam hal ini yang dimaksud adalah orang yang tidak mengajar, tetapi orang tersebut bekerja di lembaga pendidikan. Baik lembaga pemerintahan maupun lembaga swasta (sekolah). Seperti menteri pendidikan, kepala dinas, pegawai dinas pendidikan ataupun pegawai yayasan pendidikan atau sekolah.
Read more...

Tuesday, 11 February 2020

Rindu Ayah

0 komentar
 


Oleh : Ayu Fajrotus Suroyya

Ayah ...
Satu kata yang kini buatku meneteskan air mata
Tak bisa kubendung karena diri tak kuasa
Tangisan rindu sang buah hati akan kasih sayangnya

Ayah ...
Aku rindu
Aku  menunggu waktu untuk bertemu
Desakan hati kecil meronta dari bidadari kecilmu

Ayah ...
Aku  gundah
Aku  gelisah 
Inginku menatap, meliahat  wajah  dan  senyummu  ayah
Walau sekali, walau sekejap saja

Dariku ...
Buah hatimu
Bidadari kecilmu
Jauh dan merindu
Read more...

Saturday, 25 January 2020

Paling Berani! Berani Bantah Presiden?!

0 komentar

Humor - Di atas geladak kapal perang US Army tiga pemimpin negara sedang “berdiskusi” tentang prajurit siapa yang paling berani. Eh kebetulan di sekitar kapal ada hiu-hiu yang sedang kelaparan lagi berenang mencari makan …

Bill Clinton: Kalau Anda tahu … prajurit kami adalah yang terberani di seluruh dunia Mayor .. sini deh … coba kamu berenang keliling ini kapal sepuluh kali.

Mayor: (walau tahu ada hiu) siap pak, demia “The Star Spangled Banner” saya siap ,,, (akhirnya dia terjun dan mengelilingi kapal 10 kali sambil dikejar hiu).

Mayor: (naik kapal dan menghadap) Selesai pak!!! Long Live America!!

Clinton: Hebat kamu, kembali ke pasukan!

Koizumi: (tak mau ketinggal, dia panggil sang sersan) Sersan! Menghadap sebentar (sang Sersan datang) … coba kamu keliling kapal ini sebanyak 50 kali … !

Sersan: (melihat ada hiu … glek … tapi) for the queen I’am ready to serve!!! (pekik sang sersan, kemudian membuka-buka baju lalu terjun ke laut dan berenang keliling 50 kali … dan dikejar hiu juga).

Sersan: (menghadap sang perdana menteri) GOD save the queen!!!

Koizumi: Hebat kamu … kembali ke tempat … Anda lihat Pak Clinton … Prajurit saya lebih berani dari prajurit Anda … (tersenyum dengan hebat …)

Gus Dur: Kopral ke sini kamu … (setelah dayang …) saya perintahkan kamu untuk terjun ke laut lalu berenang mengelilingi kapal perang ini sebanyak 100 kali … ok?

Kopral: Hah … Anda gila yah …! Presiden nggak punya otak … nyuruh berenang bersama hiu … kurang ajar!!! (sang Kopral pun pergi meninggalkan sang presiden …)

Gus Dur: (Dengan sangat bangga) Anda lihat Pak Clinton dan Pak … Cumi Cumi … kira-kira siapa yang punya prajurit yang paling BERANI!!! … Hidup Indonesia … !!!
Read more...

Pesawat Kalah Cepat Dengan Kereta Api

0 komentar

Humor - Setelah mendapat larangan dari dokternya untuk tidak melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan pesawat terbang, Gus Dur kemudian nekat untuk berpergian jauh menggunakan kereta api.

“Anda mau pergi naik kerata api Gus? Memangnya Anda pikir bisa sampai tepat waktu dengan naik kereta api?” ledek si dokter.

“Anda jangan meremehkan, kereta itu cepet banget loh!” jawab mantan Presiden RI ke-4 itu.

“Kereta api mana yang bisa menandingi kecepatan pesawat terbang?” tanya dokter.

“Oho.. Anda jangan salah. Semua kereta api bisa lebih cepat dari pesawat,” kilah pria kelahiran Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 ini.

“Anda mimpi kali. Semua orang juga tahu kalau pesawat itu jelas lebih cepat dibandingkan kereta api,” cecar sang dokter.

“Wah, Anda salah. Memang sekarang ini pesawat lebih cepat. Tapi itu karena kereta api baru bisa merangkak. Coba kalau kereta api nanti sudah bisa berdiri dan bisa lari. Wuiih.. pasti bakalan jauh lebih cepat dari pesawat,” jawab Gus Dur, disambut wajah kecut sang dokter.
Read more...